LATAR BELAKANG PENGGUNAAN KATA “SEMESTA” DALAM LAW OF ATTRACTION/THE SECRET

Posted: 4 December 2009 in Islam
Tags: , , , , , , , , , ,

Compiled by Theeas

Penggunaan kata “semesta” sangat riskan. Kita umat muslim lebih suka atau lebih menganjurkan agar kata ini diganti dengan “Allah” supaya tidak jatuh ke dalam kemusyrikan. Namun ada baiknya kita sedikit mengulik latar belakang kenapa para guru law of attraction sangat doyan menggunakan istilah “semesta”. Hanya sekedar untuk tahu.

“Pikiran kita akan menghasilkan vibrasi yang akan terpancar ke semesta, lalu semesta memantulkannya kembali kepada kita dengan kejadian-kejadian”. Jadi kalo dibikin bagan, ya gini kira-kira:

Pikiran (mengeluarkan vibrasi) à SEMESTA à kejadian (kembali ke kita)

Kita para Law of Attraction mania tentu sudah familiar dengan “al fatihah” yang satu ini J. Apalagi buku The Secret, ngotot banget menjelaskan bahwa mekanisme ini sudah dibuktikan dalam fisika kuantum. Bahkan, semesta dikatakan dalam buku ini, akan “membentuk ulang dirinya sendiri” setelah ia memberi pada manusia sesuai keinginan mereka.

Pertanyaannya, fisika kuantum yang mana?

Memang pada tahun 1927, Heisenberg menemukan bahwa “niat peneliti dapat mempengaruhi hasil penelitiannya”, yang terlihat pada level sub-atom. Oke, itulah fisika kuantum yang mendasari law of attraction. Namun tentang “pikiran kita bervibrasi sampai ke semesta”, fisika kuantum mana yang mendasari itu?

Dalam bukunya, Guide for Living Law of Attraction, David Hooper menyatakan bahwa hingga kini belum ada ilmu fisika kuantum manapun yang pernah membuktikan dengan pasti alur kerja law of attraction seperti bagan di atas. Bahkan, kebanyakan alur di atas tadi justru lebih banyak dikemukakan oleh ajaran filsafat atau teosophy terdahulu, seperti Taoisme (akan dijelaskan kemudian).

Ajaran law of atrraction sebenarnya sudah banyak dijelaskan dalam berbagai buku motivasi klasik jauh sebelum judul The Secret Rhonda Byrne atau Law of Attraction Michael J. Losier terbit; seperti As A Man Thinketh, Think and Grow Rich, The Science of Getting Rich (1880), Message of a Master (1926), dan Master Key System (1892) yang konon menjadi panduan Bill Gates sehingga ia bisa mewujudkan visualisasinya tentang “computer in every desktop”.

Saya menelusuri beberapa buku law of attraction klasik di atas—tidak semua, sih. Dan ternyata kebanyakan buku-buku klasik tersebut hanya menyebutkan tentang “pikiran kita mendatangkan kejadian dalam hidup kita apabila kita memikirkannya terus-menerus”, tanpa pernah menyebutkan “karena pikiran kita bervibrasi ke semesta, dst. dst,”.

Dalam buku-buku itu, Law of attraction hanya disebutkan sebagai salah satu kekuatan tersembunyi yang dapat dimanfaatkan manusia dari sekian banyak kekuatan yang terletak di alam semesta yang luas ini (selain gravitasi, rotasi planet pada orbitnya, kutub, pergantian musim, dll).

Buku “Message of a Master” (Charles McDonald, 1926) misalnya, dengan santai menyebutkan bahwa kita tidak akan pernah memahami bagaimana law of attraction bekerja. Pokoknya hal itu sudah ada yang mengatur (Tuhan). Law of attraction diibaratkan aliran listrik. Sebelum manusia paham bagaimana menggunakan listrik, energi ini tidak banyak terpakai di muka bumi ini seperti sekarang. Kita tidak paham betul bagaimana aliran listrik bisa bekerja dan mengeluarkan energi. Kita tidak paham kenapa aliran listrik bisa hadir di alam semesta ini. Tapi yang penting ‘kan bagaimana kita bisa memanfaatkan listrik, untuk penerangan misalnya. Demikian pula law of attraction.

A. Pengaruh Ajaran Taoisme dalam The Secret

Taoisme adalah tradisi spiritual theosophy yang didasarkan dari ajaran Lao-Tzu. Tao, secara umum, mengajarkan penyatuan manusia dengan alam dan alam semesta (mikrokosmos-makrokosmos).  Ia mengajarkan bagaimana alam semesta berfungsi dan jalan-jalan yang ditempuh oleh kejadian alam. Melalui berbagai teknik dan latihan Taoisme, banyak pengikut Tao mengklaim mereka mendapatkan harmoni yang lebih baik dalam hidup. Salah satu perkataan yang mendasari Taoisme :

Seluruh alam semesta takluk pada pikiran yang teguh” (Lao Tzu)

Konsepsi alam semesta pada Taoisme (dan filsafat Cina lain) tidak bersifat animistik atau materialistik. Alam semesta dianggap sebagai mekanisme hierarki terorganisir di mana satu bagian mereproduksi bagian yang lain. Manusia adalah mikrokosmos yang terhubung langsung terhadap makrokosmos, sedangkan zat tubuhnya bertujuan untuk memenuhi rencana kosmos. Antara manusia dan semesta terdapat suatu hubungan tersendiri.

Taosime mengajarkan bahwa di alam ini, musim semi terbit dari musim gugur dan siang terbit dari malam. Semua siklus ini berjalan begitu saja, tanpa usaha atau interupsi. Tao juga mengajarkan agar kita sejalan dengan jalan semesta: normanya, ritmenya, dan kekuatannya. Tao mengarkan spirit, bukan materi. Menurut Tao, segala sesuatu di alam semesta ini terbentuk dari energi. Ketika energi kita sinkron dengan energi semesta, kita dapat memperoleh harmoni yang kita inginkan dalam hidup ini. Salah satu caranya adalah dengan menjernihkan pikiran.

“Alasan mengapa alam semesta itu abadi adalah karena ia tidak hidup untuk dirinya sendiri. Ia memberikan hidup kepada yang lain dan dengan cara ini alam semesta membentuk ulang dirinya sendiri” (Lao-Tzu)

Ajaran Taoisme sekilas mirip dengan Konfusius, namun keduanya berbeda. Taoisme lebih berfokus pada metafisika dan rohani perseorangan, sedangkan konfusius ortodoks lebih berpusat pada moral masyarakat dan sistem politik.

Coba kalau Anda otak-atik buku The Secret, Anda akan menemukan “alam semesta membentuk dirinya sendiri” sebagai salah satu pemenuhan law of attraction. Ajaran ini sangat sesuai dengan Taoisme.

Sekarang saya asumsikan Anda para pembaca adalah muslim. Masihkah Anda percaya bahwa “semesta yang melakukannya untuk Anda?”. Kita kembalikan pada nasihat-nasihat bijak Al Qur’an :

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya (di hadapan Allah).” (Al Israa 36)

Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuanpun tentang itu (alam gaib). Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap kebenaran. (An Najm 28)

B. Law of Attraction, Kehendak Allah

Memang tidak dipungkiri bahwa otak sendiri mengeluarkan vibrasi. Fase sadar dan tidur manusia ditandai dengan vibrasi gelombang alfa (rileks), delta (tak sadar), theta (fokus), dll. Dipancarkan ke semesta? Bisa jadi. Kita umat muslim diajarkan kalau doa yang dipanjatkan akan naik ke pintu langit. Ramadhan misalnya, adalah saat di mana semua pintu langit terbuka dan doa-doa diijabah.

Tapi kalau “semesta” juga yang mengabulkan? Kita berdoa ‘kan bukan kepada semesta, Teman-teman pembaca. Kalau kita setuju kayak para guru The Secret kalau “Semesta” yang mengabulkan, berarti kita menyembah “semesta”, terus berdoanya ke “semesta”, dong! Padahal kita selalu diingatkan setiap sholat, “iyyakana’budu wa iyyakanasta’iin” (hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan).

Law of attraction? Sudah kehendak Allah!

Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfudz). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah. Dan mereka menyembah selain Allah, apa yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu, dan apa yang mereka sendiri tiada mempunyai pengetahuan terhadapnya. Dan bagi orang-orang yang zalim sekali-kali tidak ada seorang penolongpun.” (Al Hajj 70 – 71)

Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak  sesuatu, maka  Dia hanya mengatakan kepadanya:  “Jadilah!” Lalu jadilah ia. (Al Baqarah 177)

Dan sabda Rasulullah SAW : “..setiap orang akan memperoleh sesuai dengan yang telah ia niatkan” (Hadits Bukhari Muslim)

..

>>Apakah anda berpikir menerapkan law of attraction itu = musyrik? jangan keburu menghakimi, kawan! Rasulullah dan Sahabat beliau yang agung, Umar bin Khattab saja, pernah menggunakan law of attraction! Temukan lebih lanjut law of attraction dalam islam di artikel UMAR BIN KHATTAB DAN LAW OF ATTRACTION DALAM ISLAM

Comments
  1. rin says:

    smwa dikaitkan pd Quran..good
    tp ga salah tuh asumsi tntang LOA ..
    mmmm..
    terkadang ada hal penting yang harus kita ketahui untuk suatu perubahan…
    tapi perlu diketahui jg bahwa hal itu tdk semuany boleh kita ketahui…
    oleh karena pentingnya KESEIMBANGAN..

    kita selalu ingin tahu suatu kebenaran sampai akarnya.
    sampai2 kita jadi berambisi, bernafsu, lalu mulai menafsirkan..sampe akhirny ga sadar jd memfitnah..ato cerita tanpa kebenaran..

    kalo menurut saya
    secret mampu bahkan telah banyak memberi manfaat bagi bayak orang meskipun saya merasa masi ada yang di rahasiakan….

    kembali pada ajaran dasar…yaitu
    1. syukur
    kita meski bersyukur masi diingatkan tentang LOA..
    2.menghargai
    karya atau pernyataan orang lain, selama pernyataan itu ternyata bermanfaat. untuk apa memperdebatkannya..lama2 bisa musryik sendiri..

    secret udah smaksimal mungkin untuk membuat segala pernyataannya di terima oleh smua pihak (apapun kepercayaannya) oleh karena itu mereka mengambil kata SEMESTA sebagai yg merefeksikan.(Tuhan, menurut saya).

    jika kita mengaitkan dngn semua pengetauhan yang ada , hasilny sama aja.. tought becomes things..
    termasuk kesan anda setelah membaca tulisan ini…

    kita telah diatur okeh aturan dunia..sejak kita keluar dari perut ibu kita…(anak kecil aja udah diatu2 sm ortuny meski umur 3th)
    masa bebas hany ada ktika dlm kandungan…
    jika tak mau di atur maka jgn mau di lahirkan..
    jalani aja hidup ni dngan pikiran yg santai dan baik.

  2. abbas says:

    Salut buat yang comment di atas bagus bagus bahkan sangat bagus sekali

  3. abbas says:

    Salut buat yang comment di atas bagus bagus bahkan sangat bagus sekali, memang kita harus menyandarkan segala sesuatu kepada Tuhan meski itu hanya dalam hati, dalam The Secret selalu di sandarkan kepada semesta karena mungkin untuk bisa di terima seluruh kalangan . Kita sebagai Muslim ya harus tahu diri artinya walau dalam The Secret semua disandarkan kesemesta tapi dalam hati tetap meyakini bahwa semua itu terjadi atas Idzin Tuhan sebagaimana hukum gravitasi yang selalu disandarkan pada kekuatan magnet bumi itu jugakan atas idzin Tuhan kan? bahwa semua benda ditarik kebawah atas idzin Tuhan bukan kekuatan magnet bumi sama dengan hukum tarik menarik dalam The Secret.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s