KAFEIN BERPOTENSI MENGURANGI DAN CEGAH ALZHEIMER

Posted: 11 July 2009 in Health
Tags: , , , , , , , , , , , ,

Compiled by Theeas

Kabar gembira untuk Anda yang menggemari kopi atau teh. Saat ini, kafein dikonsumsi oleh sekitar 80% populasi dunia setiap harinya, sehingga dianggap sebagai zat psikoaktif yang paling banyak dikonsumsi. Di AS saja misalnya, kafein dikonsumsi sekitar 280 mg per hari, walau 20-30% nya mengkonsumsi 600 mg per hari. Konsumsi kafein 130 – 300 mg /hari dianggap konsumsi rendah hingga sedang, sedangkan mengonsumsi kafein 6000 mg per hari dianggap konsumsi berat.

Baru-baru ini, tim peneliti dari Universitas Florida pada Pusat Penelitian Penyakit Alzheimer Florida menemukan bahwa konsumsi kafein 500 mg per hari dapat mengurangi masalah penurunan daya ingat pada tikus yang menderita Alzheimer. Jumlah kafein ini setara dengan yang terkandung pada 5 cangkir kopi yang masing-masingnya 8 ons. Peneliti juga menemukan bahwa setelah 2 bulan pemberian kafein setiap harinya, daya memori tikus meningkat drastis, hingga menyamai skor memori tikus normal yang tidak mengalami dementia (penurunan daya ingat). Hasil penelitian ini diumumkan pada Journal of Alzheimer’s Disease.

Studi ini juga mengungkapkan bahwa kafein secara drastis menurunkan kadar abnormal beta amyloid, protein yang terkait dengan Alzheimer dan mengendap dalam otak dan darah tikus penderita Alzheimer. Laporan sebelumnya oleh tim peneliti Florida ini juga menunjukkan bahwa konsumsi kafein pada awal-awal masa dewasa dapat mencegah masalah memori hingga mencegah gejala Alzheimer.

Saat pengumuman hasil ini, tim peneliti Gary Arendash, ahli saraf Universitas Florida menyatakan, “di masa mendatang kafein memiliki potensi untuk mengobati alzheimer. Hal ini penting karena kafein adalah zat yang aman untuk kebanyakan orang, mudah memasuki otak, sehingga dapat menangani alzheimer dengan tepat”

Pada penelitian selanjutnya, para peneliti menemukan bahwa kafein tidak meningkatkan daya ingat tikus sehat. Menurut Arendash, “hal ini menunjukkan bahwa kafein tidak akan meningkatkan daya ingat orang sehat, namun berguna untuk mereka yang menderita alzheimer”

Arendash menyatakan bahwa untuk kebanyakan individu, konsumsi kadar menengah kafein pada 500 mg per hari tidak akan mengakibatkan efek samping, menurut National Research Council dan National Academy of Science. Namun, ia menyarankan agar orang yang menderita tekanan darah tinggi atau hamil untuk membatasi konsumsi kafein.

Kafein diserap sempurna oleh tubuh dalam waktu 30 – 45 menit setelah mengkonsumsinya, dan efeknya baru benar-benar hilang dalam waktu 3 jam. Kafein pada akhirnya dibuang dari tubuh, sehingga tidak akan ditumpuk dalam tubuh. Kafein mempengaruhi mood, stamina, sistem saraf, perut,usus, dan aliran darah. Sumber kafein adalah kopi, teh, biji coklat, cola, dan minuman energi. Kafein juga bisa diproduksi secara sintetik dan ditambahkan  ke dalam makanan, minuman, suplemen, dan obat.

SUMBER : “Caffeine May Reverse and Even Prevent Alzheimer” Drucilla Dyess. 8 Juli 2009. healthnews^com

Comments
  1. thanks…
    bagus buat orang tua biar ga pikun….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s