VIRUS FLU BABI : SEMPAT “TERTIDUR” 10 TAHUN, SEBELUM AKHIRNYA MENCUAT !!

Posted: 14 June 2009 in Health
Tags: , , , , , , , , , , , ,

Compiled by : Theeas

Flu babi : virus H1N1 ini bisa dibilang heboh bikin goro-goro dunia saat ini. WHO pun ketar-ketir karena tidak seperti penyakit dengan perantara hewan lainnya, manusia yang tidak pernah kontak dengan babi sekalipun dapat terjangkit flu babi hanya dengan tertular manusia lainnya (person-ti-person). Badan kesehatan PBB ini telah mengumumkan H1N1 sebagai wabah global. Menurut data terbaru WHO (12 Juni 2009), lebih dari 70 negara kini melaporkan kasus infeksi H1N1. Jumlah ini meningkat sangat tajam dibandingkan beberapa minggu lalu. Beberapa negara seperti Cina dan AS telah mengumumkan siaga satu. Di negara Paman Sam ini saja, WHO telah mendata adanya 17.855 kasus suspect flu babi dan 45 kematian akibat flu babi. Dari 45 kematian itu, 13 berasal dari New York.

Novel Influenza A (H1N1) adalah virus baru yang berasal dari babi dan pertama kali dilaporkan penyakitnya timbul di Meksiko dan AS pada Maret dan April 2009. H1N1 menyebar dengan cara yang sama seperti virus influenza menyebar : melalui batuk dan bersin orang yang kena virus ini, namun H1N1 juga bisa menyebar di udara dan mengenai organ kita—sehingga orang bisa sakit hanya karena menyentuh hidung dan mulutnya dengan tangan. Infeksi H1N1 dilaporkan memiliki gejala mirip flu biasa, seperti demam, batuk, tenggorokan sakit, nyeri badan, pusing, menggigil, ditambah gangguan penglihatan. Banyak orang juga dilaporkan menderita muntah dan diare.

Sebuah penelitian yang kemudian dipublikasikan pada Majalah Nature 11 Juni 2009 melaporkan bahwa sejumlah virus yang masih relasi dekat H1N1, ternyata telah ber-evolusi dalam tubuh babi selama bertahun-tahun lamanya, namun tidak terdeteksi.

“Kami mendapatkan H1N1 ini adalah hasil evolusi dan sirkulasi virus dalam tubuh babi selama 10 tahun….namun tak ada seorangpun yang mengetahuinya karena kurangnya pemeriksaan kesehatan oleh instansi terkait”, ujar Daniel Perez, ahli influenza Universitas Maryland di College Park.

Para peneliti melacak masa lalu dan asal-muasal virus H1N1 dengan membandingkan mutasi yang pernah dialami berbagai strain virus ini. Sekuensi genetik 15 virus flu babi dari Hong Kong dan 2 virus H1N1 dari manusia pun segera dilakukan. Peneliti membandingkan hasilnya dengan  sekuensi genetik  796 virus yang hampir serupa dari manusia, unggas, dan babi.

Pembandingan ini dilakukan agar para peneliti dapat menemukan kapan strain flu babi pertama kali muncul. Hasilnya, lebih dari 90% strain virus babi yang identik dengan H1N1 sekarang ternyata telah lama bersirkulasi dalam tubuh babi, yakni antara 9,2 – 17,2 tahun lalu.

“Strain H1N1 yang sekarang heboh ini sebenarnya telah tersebar dan berkembang dalam tubuh babi selama 10 tahun, tanpa ada seorangpun yang mengetahuinya”, demikian pernyataan Michael Worobey, ahli biologi evolusi dari Universitas Arizona di Tucson yang juga salah satu anggota tim peneliti.

Penelitian itu juga menunjukkan bahwa selama 10 tahun itu, DNA virus telah bersirkulasi dalam tubuh babi, tumbuh, dan bermodifikasi, sampai akhirnya menjadi virus yang heboh kita kenal kini. “Bila kita menelusuri genom babi, sebetulnya gen babi juga sangat berperan dalam membantu pembentukan virus ini”

Banyaknya variasi strain virus flu babi disebabkan oleh faktor geografis, seperti kawin silang babi yang beda negara, atau asal geografis babi. Sampel DNA dari virus flu babi Amerika Utara misalnya, memiliki unsur flu burung, manusia, dan babi dalam genetiknya (disebut strain triple-reassortant). Sampel DNA lain dari babi Eurasia memiliki komponen flu burung. Kombinasi sifat-sifat virus ini bisa jauh lebih bervariasi ketika terjadi kawin silang babi yang berbeda geografis.

General Director WHO Margaret Chan menyatakan bahwa organisasi ini tengah meningkatkan kewaspadaan setelah ditemukan bahwa kemungkinan kasus flu babi dapat muncul pada orang yang tidak pernah berkunjung ke lokasi wabah dan tidak pernah kontak dengan pengunjung asing.

“Bukan berarti ada perbedaan tingkat keparahan flu, hanya saja peringatan ‘wabah global’ itu adalah supaya masyarakat dunia mendapat pesan yang kuat dan lebih waspada, bahwa virus berbahaya ada di sekitar kita, sehingga harus ditanggapi dan dicegah dengan sungguh-sungguh”, ujar Thomas Frieden, pimpinan Centers for Disease Control and Prevention pada konferensi pers 11 Juni lalu saat menanggapi seruan WHO.

Sejauh ini, belum ada keputusan jelas untuk memobilisasi perusahaan-perusahaan farmasi untuk mulai memproduksi massal vaksin H1N1. Kita biarkan waktu menjawabnya.

(Coming soon : Sejuta Bahaya Kesehatan di Balik Daging Babi)

Sumber :

Novel H1N1 Flu Situation Update. 12 Juni 2009. Centers for Disease Control and Prevention. cdc^^gov

Origins of the swine flu virus – Researchers use evolutionary history to trace the early days of the pandemic. Laura Sanders. 11 Juni 2009. sciencenews^org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s